BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang Masalah
Semakin
berkembangnya pembangunan dunia beriringan dengan meningkatnya perkembangan
teknologi yang terus-menerus dan telah menjadi bagian tak terlepaskan dari
kehidupan manusia, semua aktivitas kehidupan manusia seakan dapat dilakukan
dengan memanfaatkan teknologi termasuk tindakan-tindakan kejahatan. Teknologi
yang semakin canggih tidak hanya dimanfaatkan oleh masyarakat untuk melakukan
kegiatan-kegiatan positif akan tetapi banyak yang menggunakan kehebatan
teknologi untuk tindakan-tindakan negatif yang menimbulkan ancaman bagi
pengguna teknologi, teknologi yang dimaksud ialah dalam hal pemanfaatan ruang
maya (cyberspace). Secara awam cyberspace dikenal dengan istilah
internet telah menjadi teman bagi kehidupan masyarakat sehari-hari, hal ini
yang kemudian tidak hanya menimbulkan manfaat akan tetapi juga mengancam
keamanan maupun hak asasi penggunannya, salah satu ancaman yang sangat marak
terjadi ialah ancamam pornografi. Media internet banyak digunakan pengguna
untuk mengakses konten-konten porno yang tersedia luas di ruang cyber
tersebut. kelompok yang paling berisiko ancaman konten pornografi tersebut
ialah anak-anak.
Kebebasan
anak-anak dalam mengakses internet dan tidak adanya pengawasan dari keluarga
serta kurangnya pemahaman mengenai ancaman-ancaman yang bisa didapatkan dari
ruang cyber membuat anak-anak rentan menjadi korban kejahatan-kejahatan
seksual melalui media internet. Data survei menunjukan bahwa jumlah pengguna
internet indonesia pada tahun 2014 berjumlah 38.191.873 dan pengguna mobilephone
berjumlah 281.963.665 dari jumlah populasi penduduk 251.160.124 jiwa.
Data tersebut menerangkan bahwa penetrasi penduduk Indonesia dalam mengakses
internet cukup besar dan sebagian diantaranya memiliki lebih dari satu
mobilephone dimana saat ini adanya smartphone yang memungkinkan pengguna untuk
mengakses internet lebih mudah. Hal ini semakin membuka peluang ancaman
pornografi menyerang lebihmudah.
Berdasarkan argumentasi di atas, maka penulis tertarik
untuk mengkaji lebih dalam tentang ancaman pornografi dalam cyberspace terhadap
generasi muda.
B. Rumusan
Masalah
Adapun
rumusan masalah yang akan dibahas adalah:
1.
Apa pengertian cyberspace?
2.
Apa pengaruh cyberspace dalam kehidupan sosial?
3.
Apa saja dampak dari
cyberspce?
C.
Tujuan Penulisan
Adapun
tujuan yang ingin dicapai dalam penulisan makalah ini, yaitu:
1.
Untuk mengetahui apa pengertian
cyberspace;
2.
Untuk mengetahui apa
saja pengaruh cyberspace dalam kehidupan sosial;
3.
Untuk mengetahui apa saja dampak dari cyberspace.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Cyberspace
Cyberspace berasal dari bahasa Yunani, asal katanya adalah
kubernan yang berarti ruang maya tanpa batas, imajinatif dan dapat dihayati
melalui perwujudan virtual. Cyberspace merupakan ruang yang diwujudkan melalui jaringan
komputer, sifatnya digital dan direpresentasikan dalam satuan bit.
Cyberspace (dunia maya) adalah media elektronik dalam
jaringan computer yang banyak dipakai
untuk keperluan komunikasi satu arah maupun timbal-balik secara online
(terhubung langsung). Dunia maya ini merupakan integrasi dari berbagai
peralatan teknologi komunikasi dan jaringan komputer yang dapat menghubungkan
peralatan komunikasi yang tersebar di seluruh penjuru dunia secara interaktif.
Cyberspace menciptakan sebuah kehidupan yang mungkin nantinya
sebagian besar akan dibangun seluruhnya oleh model kehidupan yang dimediasi
secara mendasar oleh teknologi, sehingga berbagai fungsi alam kini diambil alih
oleh subtitusi teknologisnya, yang disebut kehidupan artifisial.
Realitas-realitas sosial budaya yang ada di dunia nyata kini
mendapatkan tandingan-tandingannya. Pada akhirnya, batas antara keduanyamenjadi
kian kabur. Cyberspace yang terbentuk oleh jaringan komputer dan informasi yang
terhubungkan secara global telah menawarkan bentuk-bentuk komunitasnya sendiri
(virtual community), bentuk realitasnya (virtual reality), dan bentuk ruang nya
sendiri (cyberspace).
B. Pengaruh
Cyberspace dalam Kehidupan Sosial
Perkembangan
cyberspace telah mempengaruhi kehidupan sosial pada berbagai tingkatannya. Keberadaan
cyberspace tidak saja telah menciptakan perubahan sosial yang sangat mendasar.
Pengaruh cyberspace terhadap kehidupan social setidaknya tampak pada tiga tingkat
yaitu:
1. Tingkat Individu
Cyberspace menciptakan
perubahan mendasar dalam pemahaman kita tentang diri dan identitas. Struktur
cyberspace membuka ruang yang lebar bagi setiap orang untuk secara artifisial
menciptakan konsep tentang diri dan identitas. Kekacauan identitas akan
mempengaruhi persepsi, pikiran, personalitas, dan gaya hidup setiap orang.
Bila setiap orang bisa
menjadi siapapun, sama artinya semua orang bisa menjadi beberapa orang yang
berbeda pada saat yang sama. Pada akhirnya yang ada dalam cyberspace adalah
permainan identitas: identitas baru, identitas palsu, identitas ganda, identitas
jamak.
2. Tingkat Antarindividu
Hakikat cyberspace
sebagai sebagai dunia yang terbentuk oleh jaringan (web) dan hubungan
(connection) bukan oleh materi.Kesalingterhubungan dan kesalingbergantungan
secara virtual merupakan ciri dari cyberspace.Karena hubungan, relasi, dan
interaksi sosial di dalam cyberspace bukanlah antarfisik dalam sebuah wilayah
atau teritorial, yaitu interaksi sosial yang tidak dilakukan dalam sebuah
teritorial yang nyata.
3. Tingkat Koumunitas
Cyberspace dapat
menciptakan satu model komunitas demokratis dan terbuka. Karena komunitas
virtual dibangun bukan di dalam teritorial yang konkret, maka persoalan
didalamnya adalah persoalan normatif, pengaturan, dan kontrol.
C. Dampak
dari Cyberspace
Internet merupakan hal yang sudah tidak asing lagi pada zaman modern
sekarang ini. Internet sangat membantu orang-orang untuk memudahkan pekerjaan
mereka. Tetapi penggunaan internet tidak hanya mempunyai dampak positif,
tetapi juga banyak terdapat dampak negatif. Internet memberikan manfaat yang
begitu besar tetapi di lain pihak internet menjadi suatu media informasi yang
tidak mudah untuk di batasi. Sekarang saya akan memberi tahu dampak positif dan
negatif dari internet :
Dampak
Positif
1. Sebagai media komunikasi, merupakan
manfaat internet yang paling banyak digunakan dimana setiap pengguna internet
dapat berkomunikasi dengan pengguna lainnya dari seluruh dunia.
2. Media pertukaran data, dengan menggunakan
email, newsgroup, FTP dan WWW (World Wide Web – jaringan situs-situs web) para
pengguna internet di seluruh dunia dapat saling bertukar informasi dengan cepat
dan murah.
3. Media untuk mencari informasi atau data,
perkembangan internet yang pesat, menjadikan WWW sebagai salah satu sumber
informasi yang penting dan akurat.
4. Manfaat komunitas, internet membentuk
masyarakat baru yang beranggotakan para pengguna internet dari seluruh dunia.
Dalam komunitas ini pengguna internet dapat berkomunikasi, mencari informasi,
berbelanja, melakukan transaksi bisnis, dan sebagainya. Karena sifat internet
yang mirip dengan dunia kita sehari-hari, maka internet sering disebut sebagai
cyberspace atau virtual world (dunia maya).
Dampak
negatif
1. Pornografi, anggapan yang mengatakan bahwa internet
identik dengan pornografi, memang tidak salah. Dengan kemampuan penyampaian
informasi yang dimiliki internet, pornografi pun merajalela.
Untuk mengantisipasi hal ini, para produsen ‘browser’ melengkapi program
mereka dengan kemampuan untuk memilih jenis home-page yang
dapat di-akses. Di internet terdapat gambar-gambar pornografi dan
kekerasan yang bisa mengakibatkan dorongan kepada seseorang untuk bertindak
kriminal.
2. Violence And
Gore,
kekejaman dan kesadisan juga banyak ditampilkan. Karena segi bisnis dan isi
pada dunia internet tidak terbatas, maka para pemilik situs menggunakan segala
macam cara agar dapat ‘menjual’ situs mereka. Salah satunya dengan menampilkan
hal-hal yang bersifat tabu.
3. Penipuan, hal ini memang merajalela di
bidang manapun. Internet pun tidak luput dari serangan penipu. Cara yang
terbaik adalah tidak mengindahkan hal ini atau mengkonfirmasi informasi yang
Anda dapatkan pada penyedia informasi tersebut.
4. Carding, karena sifatnya yang ‘real time’ (langsung),
cara belanja dengan menggunakan Kartu kredit adalah carayang paling banyak
digunakan dalam dunia internet. Para penjahat internet pun paling banyak
melakukan kejahatan dalam bidang ini. Dengan sifat yang terbuka, para penjahat
mampu mendeteksi adanya transaksi (yang menggunakan Kartu Kredit) on-line dan
mencatat kode Kartu yang digunakan. Untuk selanjutnya mereka menggunakan data
yang mereka dapatkan untuk kepentingan kejahatan mereka.
5. Perjudian, dampak lainnya adalah meluasnya perjudian.
Dengan jaringan yang tersedia, para penjudi tidak perlu pergi ke tempat khusus
untuk memenuhi keinginannya. Anda hanya perlu menghindari situs seperti ini,
karena umumnya situs perjudian tidak agresif dan memerlukan banyak persetujuan
dari pengunjungnya.
BAB III
STUDI
KASUS
Komisi
perlindungan anak Indonesia (KPAI) menyatakan saat ini Indonesia dalam keadaan
darurat pornografi dan kejahatan online pada anak. Menurut KPAI, sejak
2011-2014, jumlah anak korban pornografi dan kejahatan online telah mencapai
1.022 anak. Dari jumlah tersebut, diuraikan bahwa yang menjadi korban
pornografi secara offline sebanyak 28% yang dimaksud pornografi secara offline
ialah materi seperti foto atau gambar. Adapun kasus pornografi anak secaara
online mencapai 21% , prostitusi anak online 20%, objek CD porno sebanyak 15%
dan anak korban kekerasan seksual online sebesar 11 persen sementara itu
sebanyak 24% anak memiliki materi pornografi. (cnn.indonesia.com).
Kejahatan
pornografi terhadap anak-anak yang dilakukan melalui internet juga merupakan
salah satu bentuk kekerasan seksual pada anak. Sebagai contoh kasus kejahatan
seksual online yang dialami anak-anak yaitu seorang manajer ditangkap karena
menyebar sepuluh ribu pornografi anak. Direktorat Tindak Pidana Khusus Ekonomi
Badan Reserse Kriminal Mabes Polri mengungkap kasus pornografi anak di Facebook
dan Kaskus. Kasus yang terjadi di Surabaya, Jawa Timur itu, menimpa enam anak
di bawah umur. Pelaku, dijerat dengan Pasal 29 Undang-Undang Nomor 44 Tahun
2008 tentang pornografi dan Pasal 27 ayat 1 juncto Pasal 52
Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik. Adapun para korban terdiri
atas empat siswi pelajar sekolah dasar serta satu siswi dan satu siswa pelajar
sekolah menengah. Untuk menjerat korban, pelaku memakai nama akun dokter palsu.
Kasus yang disebutkan hanya sebagian kecil dari banyaknya kasus-kasus lain yang
masih belum terungkap, dan kasus tersebut talah memberikan gambaran betapa
rentannya anak-anak mengalami kejahatan pornografi yang juga termasuk pelecahan
seksual secara online.
BAB
IV
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Perkembangan
teknologi dan informasi memang bukan hal yang dapat dihindari, seiring dengan
perkembangan zaman. Masifnya pengguna teknologi internet di Indonesia membawa
angina segar bagi kemajuan teknologi bangsa akan tetapi disisi lain menjadi
bumerang sendiri yang dapat mengancam dan menghancurkan generasi emas
Indonesia. Beberapa kasus yang telah dipaparkan sebelumnya telah memperlihatkan
bagaimana efek negatif penyalahgunaan media internet untuk kepentingan
prostitusi dan kejahatan-kejahatan yang melibatkan anak-anak sebagai korban.Hal
ini yang perlu menjadi titik tinjauan bagi semua pihak untuk cerdas mengontrol
penggunaan teknologi informasi terutama internet dan media sosial.Secara umum
dapat dilihat bahwa anak-anak di Indonesia masih sangat rentan menjadi obyek
pornografi dan menjadi sasaran eksploitasi seksual di ruang cyber, yang mana
kasus-kasus kejahatan seksual diruang cyber masih kerap terjadi.kondisi
keamanan, hukum serta aparat dan penegak hukum masih belum sepenuhnya menjamin
keamanan bagi anak-anak pengguna internet, serta konten, maupun informasi yang
tersaji dalam ruang cyber belum sepenuhnya dapat dikontrol. Hal ini
berarti usaha preventif masalah kejahatan pornografi anak dalam ruang cyber
masih belum berjalan dengan baik.
B. Saran
Para orang tua harus selalu mengawasi anak-anak mereka dalam menggunakan
teknologi informasi berupa internet, televise, maupun handphone agar terhindar
dari dampak negative perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi.
Sebagai generasi muda dan penerus bangsa kita harus menyaring hal-hal mana
saja yang dapat kita konsumsi dari perkembangan Teknologi Informasi dan
Komunikasi, jangan menelannya secara bulat-bulat. Sebagai generasi muda juga
kita harus menjaga kebudayaan Negara Indonesia jangan sampai terkikis karena
masuknya kebudayaan lain.
Pemerintah sebaiknya melalui departemen komunikasi dan informasi dapat
membuat suatu kebijakan yang dapat mengontrol penggunaan teknologi informasi
dan komunikasi supaya tidak berdampak negatif terhadap bangsa kita baik
generasi muda, ataupun generasi tua sekalipun.
DAFTAR
PUSTAKA
Sumber Internet
http://ejournal.unikama.ac.id/index.php/JMK
http://dennyirawandress.blogspot.com/2016/11/makalah-cyberspace-masyarakat-cyber.html
https://ridwanazhary.wordpress.com/2014/03/31/cyberspace/
http://nasional.tempo.co/read/news/2014/04/17/063571393/kasus-pornografi-anak-online-ini-modus-tersangka
http://www.cnnindonesia.com/nasional/20150210171810-20-31101/ada-1022-anak-menjadi-korban-kejahatan-online/
0 komentar:
Posting Komentar